Calonkan Diri Jadi Ketum PSSI, Ini 3 Program yang Ditawarkan Arif Putra Wicaksono


JAKARTA – CEO Nine Sport Inc., Arif Putra Wicaksono, akan mencalonkan diri sebagai Ketua Umum (Ketum) PSSI untuk periode 2020-2023. Ia pun siap menawarkan terobosan baru yang akan menggebrak persepakbolaan Indonesia.

Sebagai sosok yang terbilang independen, Arif memberanikan diri menjadi kandidat nomor satu di PSSI karena memiliki kerinduan untuk memajukan sepakbola Tanah Air. Ia akan membawa program-program baru yang bisa mengantarkan persepakbolaan Indonesia ke dimensi internasional.

Baca juga Susunan Pemain Timnas Indonesia U-18 vs Laos di Piala AFF 2019

“Saya tergerak untuk membenarkan sepakbola Indonesia saja. Saya melihat pasar Indonesia sangat besar. Saya melihat pasar bola ini kalau dikelola dengan benar bukan hanya menyejahterakan komunitas sepakbola saja, tetapi benar-benar bisa mengangkat negara Indonesia sendiri menjadi negara yang lebih baik,” ungkap Arif di Jakarta, Senin (12/8/2019).

Arif Putra Wicaksono (Foto: Bagas Abdiel/Okezone)

Ada tiga program yang ditawarkan Arif untuk membawa sepakbola Indonesia selangkah lebih maju. Ketiga program tersebut adalah Club Licensing, Fans Management, dan Video Assistant Referee (VAR). Ketiga program tersebut akan diusung Arif sebagai modal kuat menjadi Ketum PSSI.

Club License adalah program yang akan mengajak berbagi klub elite dunia untuk menjadi sister club di Indonesia. Kini telah terkumpul 24 klub dunia untuk membantu sepakbola Indonesia, termasuk di antaranya ada Ajax Amsterdam dan Barcelona.

Berbekal pengalaman sebagai promotor yang pernah bekerja sama dengan PSSI, tentu hal ini bukanlah hal asing. Sebab, ia beberapa kali sering mengundang klub Eropa untuk bertanding ke Indonesia seperti RCD Espanyol, AS Roma, Timnas Belanda, dan sebagainya.

Arif Putra Wicaksono (Foto: Bagas Abdiel/Okezone)

Sementara program fans management akan berbasis pada fanpreneurship untuk mengarahkan para pencinta sepakbola ke arah yang lebih positif. Terakhir, ada VAR yang rencananya bisa dimaksimalkan pada 2020.

“Program ini sebenarnya bukan yang akan saya jalankan, tetapi sudah saya jalankan dari 2015. Saya percaya program ini akan jauh lebih meningkatkan kualitas sepakbola Indonesia apabila dilakukan di bawah panji PSSI,” tukasnya.